OPTIMALISASI CAPAIAN RAPOR PENDIDIKAN SEBAGAI SUMBER PERENCANAAN BERBASIS DATA MELALUI PROGRAM ‘RASO MAG’

A. PENDAHULUAN
Berdasarkan capaian Rapor Pendidikan di sekolah kami di SMPN 14 Kota Bima tahun 2023, dilaporkan bahwa hasil capaian untuk indikator Literasi dan Numerasi mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Setelah kami melakukan analisis terhadap indikator kemampuan dalam rapor pendidikan melalui tahapan Identifikasi, Refleksi, ditetapkanlah satu rekomendasi untuk memperbaiki dan meningkatkan capaian indikator terendah. Adapun Rekomendasinya adalah pertama, melaksanakan kegiatan peningkatan kompetensi GTK. Kedua, membuat kebijakan yang menunjang kemampuan Numerasi siswa.
SMPN 14 Kota Bima sebenarnya sudah banyak melahirkan praktik baik dan inovasi. Semuanya itu lahir berdasarkan kesenjangan antara harapan dan fakta yang ada di sekolah. Kami melihatnya, dampak dari praktik baik dan inovasi yang sudah kami lakukan selama ini belum begitu signifikan terhadap hasil belajar siswa jika merujuk padai capaian Rapor Pendidikan sekolah. Kami akui dan sadar bahwa yang kami lakukan sebelumnya belum optimal dan merujuk pada alur perencanaan berbasis data. Memang sebelumnya kami hanya melakukan Identifikasi. Dimana hanya sekedar membuka Rapor Pendidikan sekolah dan kemudian melihat rekomendasi pada Poster. Tidak ada kejelasan apa yang harus dilakukan selanjutnya dalam memperbaiki capaian dalam rapor pendidikan. Praktis perencanaan dan perbaikan yang kami laksanakan selama ini terkesan tidak terstruktur dan tidak berbasis data yang valid dan terukur.
B. ISI
Selama dalam implementasi program “Optimalisasi Capaian Rapor Pendidikan sebagai sumber Perencanaan Berbasis Data melalui Program Raso Mag” terdapat banyak tantangannya. Adapun tantangan yang kami hadapi adalah: Pertama, sebahagian besar teman-teman GTK belum secara baik menguasai IT. Kedua, kurangnya minat baca siswa; Ketiga, minimnya pengalaman menulis siswa; Keempat, keadaan keuangan sekolah yang sangat minim; Kelima, masih banyak siswa yang belum lancar membaca; Keenam, sebahagian besar siswa kesulitan belajar mandiri; Keenam, dukungan orang tua terhadap pendidikan anak yang tidak maksimal.
Bagi saya tantangan-tantangan yang ada itu bukanlah masalah besar. Dengan adanya berbagai tantangan tersebut justru menjadi pemantik bagi saya selaku seorang kepala satuan pendidikan bersama warga sekolah untuk terus berpacu sama-sama menemukan berbagai strategi dan solusi. Tantangan-tantangan tersebut bukan lantas menjadikan saya patah semangat. Justru tugas saya kedepannya itu, bagaimana caranya tantangan-tantangan itu menjadi satu kekuatan
sekaligus menjadi peluang, menuju ke arah perubahan sekolah yang lebih baik.
Sebagai kepala sekolah, saya harus berani membuat gebrakan-gebrakan dan inovasi baru. Saya harus bisa melihat dan memanfaatkan peluang-peluang yang ada. Praktik baik dengan judul “Optimalisasi Capaian Rapor Pendidikan sebagai sumber Perencanaan Berbasis Data melalui Program Raso Mag”, adalah jawaban dari kekuatan dan peluang itu. Sehingga dengan adanya program yang baru tersebut sudah banyak sekali perubahan yang ada di sekolah kami, baik itu pada aspek peningkatan kompetensi GTK maupun pada aspek peningkatan hasil belajar LIterasi dan Numerasi siswa.
Sekolah kami sangat terbantu dengan adanya platform Rapor Pendidikan. Salah satunya telah meringankan beban administrasi sekolah kami. Penyajian data yang obyektif, terintegrasi dan komprehensif secara berkala telah memberikan gambaran kepada kami tentang upaya peningkatan mutu, capaian dan kualitas pendidikan dari tahun ke tahun secara lebih terukur. Rapor Pendidikan yang bersumber dari Perencanaan Berbasis Data atau disingkat PBD dapat menghasilkan perencanaan program, kebijakan dan penganggaran yang tepat. Perencanaan program, kebijakan dan penganggaran yang tepat akan berdampak besar pula pada peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan maupun peningkatan layanan pendidikan bagi peserta didik di sekolah.
Berikut adalah tahapan perencanaan yang sudah kami lakukan melalui Rapor Pendidikan yang bersumber dari Perencanaan Berbasisi Data.
1. Alur Identifikasi
Pada alur Identifikasi, kami melihat capaian indikator prioritas di satuan pendidikan. Mengapa urutan Indikator sangat perlu diperhatikan, karena tidak mungkin membenahi keseluruhan indikator prioritas dalam satu waktu, maka dengan diurutkan maka akan lebih mudah bagi kami untuk mengambil keputusan terhadap indikator prioritas, mana saja yang terlebih dahulu dibenahi karena capaiannya yang masih sangat rendah. Identifikasi yang kami lakukan adalah pertama kami membaca dan mempelajari Poster untuk keenam indikator Rapor Pendidikan. Dalam tahap ini kami disajikan enam indikator utama, yaitu Kemampuan Literasi, Kemampuan Numerasi, Karakter Siswa, Iklim Keamanan Sekolah, Iklim Kebhinekaan sekolah, dan Kualitas Pembelajaran. Dari keenam indikator tersebut ditandai dengan warna masing-masing indikator, apabila berwarna Merah berarti Kurang Baik, jika Orange berarti Sedang, dan jika berwarna Hijau itu berarti Sangat Baik. Akan tetapi kami melihatnya bukan pada warna Merah, Orange dan Hijau pada masing-masing indikator tersebut, yang kami fokuskan adalah pada perkembangan belajar anak dan tingkat capaiannya dibandingkan tahun sebelumnya.
2. Alur Refleksi
Setelah melakukan identifikasi dengan melihat capaian indikator prioritas, kemudian kami melakukan refleksi. Pada alur refleksi kami diarahkan pada item “Pelajari Akar Permasalahan”. Disini kami mempelajari rincian capaian hasil asesmen peserta didik kami. Selain itu, kami juga secara langsung dalam sistem diberitahu indikator mana saja yang menjadi penyebab utama
rendahnya capaian indikator prioritas. Dari hasil refleksi yang sudah kami lakukan oleh sistem merekomendasikan dua tindakan yang harus kami tindaklanjuti, yaitu kegiatan peningkatan kompetensi GTK, dan membuat kebijakan yang menunjang kemampuan Numerasi pada domain Aljabar. Domain Aljabar merupakan sub indikator Numerasi yang harus ditingkatkan, yakni Kemampuan peserta didik dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta dan alat Matematika pada konten Aljabar untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.
3. Alur Benahi
Alur Benahi adalah alur yang sangat menentukan proses kebijakan dan program yang akan kami laksanakan oleh sekolah. Apa saja yang dibenahi? yang dibenahi adalah Perencanaannya dan Implementasinya. Alur Benahi kami gunakan untuk memilih indikator akar masalah yang capaiannya yang masih rendah, karena itulah yang perlu dibenahi segera terlebih dahulu dalam Rapor Pendidikan. Namun demikian kami tetap menyesuaikan lagi dengan kebutuhan dan kemampuan sekolah kami, apakah pilihan inspirasi benahi tersebut sudah tepat untuk sekolah atau tidak. Ada banyak pilihan ide inspirasi yang disajikan yang dapat dilakukan atau diadaptasi untuk meningkatkan capaian dari indikator akar masalahnya. Alur Benahi terdiri dari benahi Perencanaan dan benahi Implementasi.
a. Benahi Perencanaan
Pada alur benahi perencanaan, kami harus memilih beberapa ide inspiratif yang ada di PMM. Dari beberapa inspirasi yang direkomendasikan kami memilih ide inspiratif yang tepat dan sesuai dengan permasalahan yang sedang kami hadapi. Dan akhirnya kami memilih ide inspiratif yang mendorong pada pembenahan Program, Kebijakan dan Penganggaran oleh Kepala Sekolah dalam rangka perbaikan indikator akar masalah di sekolah.
b. Benahi Implementasi
Evaluasi Program
Melakukan evaluasi terhadap program yang sudah berjalan akan sangat menentukan keberhasilan program itu sendiri. Secara periodik, saya harus melakukan evaluasi dan memastikan program yang sudah berjalan itu sudah efektif atau belum. Jika belum efektif, apa kendala dan hambatannya. Apa saja yang perlu diperbaiki dan mana yang perlu ditingkatkan. Di sinilah peran seorang kepala sekolah dalam memimpin pengembangan dan manajemen sekolah. Tindak lanjut dari hasil evaluasi melahirkan 2 (dua) program yang sudah kami laksanakan, yaitu pertama, program peningkatan kompetensi GTK melalui workshop dan IHT di sekolah dengan melibatkan Komunitas Belajar (Kombel). Kegiatan tersebut rutin dilaksanakan secara terjadwal satu bulan sekali. Kedua, program “Raso Mag”, akronim dari Gerakan Sampah Nol dengan Maggot yang berbasis Literasi dan Numerasi. Program “Raso Mag” adalah program untuk meningkatkan kompetensi Literasi dan Numerasi siswa di sekolah kami.
Program “Raso Mag” merupakan satu program yang tak terpisahkan dengan program
sebelumnya yaitu program “Pak Wali” (Praktik Siswa Berliterasi) berbantuan aplikasi Blogger. Program ini telah berjalan sejak tahun 2021. Hanya saja program Pak Wali ini lebih fokus pada praktik pengembangan literasi. Namun sebenarnya program “Raso Mag” ini menjadi bagian dari program Pak Wali, melanjutkan program sebelumnya. Sehingga adanya program “Raso Mag” ini dalam praktiknya menyentuh kompetensi kedua-duanya, yakni pengembangan Literasi dan Numerasi.
Berikut langkah-langkah aktivitas pembelajaran Literasi dan Numerasi dalam program “Raso Mag”. Pertama-tama Bapak dan Ibu guru per mata pelajaran sebagai fasilitator dibawah koordinator P5 membagi kelompok dan menyusun jadwal kunjungan ke Laboratorium, dengan jadwal kunjungan sebanyak satu kali dalam sebulan. Sebelum melakukan kunjungan ke Laboratorium, Bapak dan Ibu guru memberikan informasi kepada siswa tentang program “Raso Mag” dan kaitannya dengan literasi dan numerasi. Bapak dan Ibu guru harus memastikan bahwa seluruh siswa membawa peralatan tulis seperti buku dan bolpoin. Untuk persiapan sesi wawancara, siswa dengan bimbingan Bapak dan Ibu guru menyiapkan beberapa pertanyaan yang akan ditanyakan nanti ketika berkunjung ke Laboratorium. Pertanyaan yang akan ditanyakan nanti adalah pertanyaan yang mengandung unsur Literasi dan Numerasi. Di dalam Laboratorium ada beberapa petugas atau tim yang akan melayani dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari peserta didik.
Setelah berada dalam Laboratorium, pada sesi pertama rombongan siswa masing-masing kelompok akan mendapatkan penjelasan umum tentang program “Raso Mag” dari petugas Laboratorium. Kemudian pada sesi kedua siswa akan diajak berkunjung dan berkeliling mengamati seluruh proses tempat penguraian dan pengelolaan sampahnya, seperti melihat proses pertumbuhan maggot dewasa, prepupa, pupa dan kandang untuk pengembangbiakan Lalat nya. Pada saat mengamati, siswa diberikan kesempatan untuk bertanya. Masing-masing siswa mengajukan pertanyaan secara bergiliran. Di sinilah kesempatan bagi anak-anak belajar berkolaborasi, belajar mengembangkan keterampilan komunikasi dan keterampilan berpikir kritis mereka. Pastikan, ketika petugas sedang menjelaskan semua siswa memperhatikan dan menyimaknya dengan seksama serta mencatatnya sebagai laporan yang akan mereka buat nanti. Sebab catatan hasil kunjungan tersebut siswa menyusunya dalam bentuk laporan atau makalah. Kemudian seluruh informasi yang mereka dapatkan itu mereka diminta untuk membuat sebuah laporan. Nanti hasil laporan itu dipresentasikan lagi dalam kelas tiap-tiap kelompok. Sebagai bahan dokumentasi, pastikan siswa mendokumentasikan selama kegiatan kunjungan.
Berikut keterampilan Literasi dan Numerasi yang didapat oleh siswa selama berkunjung ke Laboratorium Maggot.
Keterampilan Numerasi
Berikut keterampilan Numerasi yang didapat selama berkunjung:
- Siswa dapat menghitung harga pembelian bibit Maggot.
- Siswa dapat menghitung berat sampah, jumlah maggot, suhu, dan kelembaban.
- Siswa dapat menghitung laju pertumbuhan maggot dan jumlah pupuk kompos yang dihasilkan.
- Siswa dapat menganalisis data yang diperoleh dari perhitungan, lalu menyajikannya dalam bentuk tabel, grafik, atau diagram saat presentasi di kelas.
- Siswa dapat membuat model sederhana untuk memprediksi jumlah pupuk kompos yang dihasilkan dari sejumlah sampah organik.
- Siswa dapat diajak untuk memecahkan masalah yang terkait dengan pengelolaan sampah, bagaimana cara memisahkan sampah organik dan anorganik secara efektif.
- Siswa dapat membuat rencana bisnis untuk produksi pupuk organik dari maggot.
Evaluasi Kebijakan dan Penganggaran
Berikut langkah-langkah evaluasi kebijakan dan penganggaran di sekolah kami melalui Rapor Pendidikan. Hal pertama yang kami lakukan adalah mengklik menu ‘unduh’. Menu ‘unduh’ fungsinya untuk mendapatkan 6 (enam) bagian data laporan lengkap dalam format ‘excel’, yaitu terdiri dari Panduan Pemanfaatan Rapor & PBD, Laporan Rapor Pendidikan, Rekomendasi Keseluruhan, Rekomendasi Prioritas, Lembar Kerja RKT, dan Lembar Kerja ARKAS. Dari keenam bagian laporan di atas kami fokuskan pada laporan Rekomendasi Prioritas, Lembar Kerja RKT dan Lembar Kerja ARKAS. Apa saja yang direkomendasikan dari hasil capaian rapor pendidikan sekolah kami tuangkan dalam lembar Rekomendasi Prioritas. Lalu bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan dalam satu tahun itu selanjutnya dituangkan dalam Rencana Kerja Tahunan sekolah. Setelah kami menentukan indikator dan membuat RKT, kemudian ditentukan anggarannya yang ditetapkan dalam ARKAS (Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah). Pembahasan Rapor Pendidikan yang bersumber dari PBD (Perencanaan Berbasis Data) ini diputuskan secara musyawarah dengan semua unsur di sekolah, dengan siswa, guru, tenaga kependidikan, komite dan pengawas.
Dampak terhadap Peningkatan Kompetensi GTK
Mayoritas guru dan tenaga kependidikan di sekolah sudah mampu menguasai IT, ini terbantukan dengan adanya bantuan 45 perangkat Chromebook dari Kemdikbud untuk sekolah kami. Sehingga sangat memudahkan bagi mereka belajar secara mandiri maupun dengan bimbingan tentang Literasi dan Numerasi dari berbagai sumber.
Guru-guru sudah memanfaatkan PMM sebagai sumber belajar. Ada beberapa yang sudah menyelesaikan topik Literasi dan Numerasi dalam PMM dan sudah mendapatkan beberapa sertifikat dan surat keterangan. Beberapa guru juga telah menciptakan berbagai praktik baik dan inovasi di sekolah, seperti Inovasi GEMES (gerakan anti perundungan), Kelas Tahfidz, dan IIC (Iqra Intensive Care).
Dampak terhadap Peningkatan Kompetensi Literasi dan Numerasi Siswa
Berdasarkan Capaian Rapor Pendidikan tahun 2024 untuk indikator Literasi dan Numerasi mengalami peningkatan, walaupun harus kami akui belum maksimal. Peningkatan capaian indikator kemampuan Literasi dengan rincian capaian Naik 27,6% dari tahun 2023. Kemudian capaian untuk indikator Kemampuan Numerasi juga mengalami peningkatan dengan rincian capaian Naik 23,48% dari tahun 2023.
Dampak terhadap Penguatan Profil Pelajar Pancasila Selain dampak terhadap GTK dan Literasi dan Numerasi siswa, dampak lain dari praktik baik “Optimalisasi Capaian Rapor Pendidikan sebagai sumber Perencanaan Berbasis Data melalui program “Raso Mag” ini adalah: Siswa menjadi Kreatif, dimana siswa akan terbiasa mencari, mengolah, dan memanfaatkan informasi dari berbagai sumber. Siswa memiliki Keterampilan Berpikir Kritis, dimana siswa akan mampu menganalisis masalah, mencari solusi dan mengambil keputusan berdasarkan data. Keterampilan Gotong Royong, dimana siswa akan belajar berkolaborasi dan bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan. Siswa memiliki Keterampilan Komunikasi, dimana siswa akan berlatih berkomunikasi dengan baik dengan pemandu, teman sekelas, dan orang lain yang ditemui selama kunjungan. Menjadi siswa yang Bertanggung Jawab, dimana siswa akan mulai memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan belajar yang nyaman dan Perubahan Perilaku, dimana telah terjadi perubahan perilaku siswa dalam pengelolaan sampah, baik di sekolah maupun di rumah.
C. PENUTUP
Praktik baik “Optimalisasi Capaian Rapor Pendidikan sebagai sumber Perencanaan Berbasis Data melalui Program Raso Mag” yang telah kami lakukan sudah banyak memberikan perubahan positif baik itu terhadap peningkatan kompetensi GTK dan perbaikan kebijakan dalam menunjang kompetensi Numerasi dan Literasi siswa. Harus saya akui bahwa pencapaian Rapor Pendidikan tahun 2024 ini belum signifikan dan maksimal. Walaupun memang ‘warna’ pada indikator itu penting, tapi kami melihatnya bukan pada warnanya, warna Merah, Orange dan Hijaunya, yang kami lihat adalah tingkat capaiannya dibandingkan tahun sebelumnya. Kami sangat mengapresiasi terhadap capaian hasil Asesmen Nasional (AN) siswa-siswa kami dari tahun ke tahun. Semuanya butuh proses panjang untuk mencapai hasil yang maksimal. Apalagi dengan input dan latar belakang siswa-siswa kami yang unik, dengan segala keterbatasan dan permasalahannya, an itu menjadi tantangan tersendiri bagi kami. Secara grafik mengalami peningkatan dibandingkan dengan capaian Rapor Pendidikan tahun sebelumnya. Namun usaha kami tidak berhenti sampai di sini, secara bertahap kami tetap dan terus mengupayakan memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik kepada seluruh warga sekolah kedepannya, serta terus mengejar sampai pada capaian tertinggi terhadap hasil Rapor Pendidikan di tahun-tahun berikutnya.
Kepala Sekolah SMPN 14 Kota Bima Fris Wahyuddin, S.Pd., M.Si