Bagaimanakah Pembelajaran Berdiferensiasi itu?

Bagaimanakah Pembelajaran Berdiferensiasi itu ?

Adanya keunikan dan beragamnya minat bakat dan kemampuan murid yang berbeda-beda sehingga guru harus memiliki strategi yang tepat dalam memenuhi kebutuhan belajar murid agar murid memperoleh pembelajaran yang sesuai dengan minat, bakat dan kebutuhan mereka.

Pembelajaran Berdiferensiasi merupakan strategi pembelajaran yang tepat untuk memenuhi kebutuhan belajar murid saat ini. Ada beberapa strategi yan bisa digunakan dalam proses pembelajaran berdiferensiasi, yaitu Berdiferensiasi pada Proses, konten dan produk akhir. 

Adapun tahapan proses pembelajaran berdiferensiasi dapat dijabarkan sebagai berikut :

Tahap awal untuk mengukur kesiapan, minat bakat dan kemampuan peserta didik, seorang guru harus melakukan pemetaan terlebih dahulu yaitu dengan memberikan tes diagnostik kognitif dan tes diagnostik non-kognitif. Pada tes diagnostik non kognitif peserta didik akan diberikan pertanyaan yang berkaitan dengan minat dan bakat serta gaya belajarnya, dan biasanya tes ini hanya diberikan sekali dalam satu tahun, yaitu pada awal tahun pembelajaran.

Sementara tes diagnostik kognitif diberikan ketika akan memulai materi baru, tes ini diberikan kepada murid untuk mengukur kesiapan awal atau pemahaman awal murid pada materi yang akan dipelajari.

Nah mau tau langkah apalagi yang seharusnya dilakukan oleh seorang guru setelah melakukan tes diagnostik ini.

Bapak ibu guru bisa simak lagi pada tulisan saya berikutnya pada part 2 tentang Bagaimanakah Pembelajaran Berdiferensiasi itu ?

Oleh : Ira Mulyati, S.Pd